Startup digital ialah wirausaha berbagai jenis mulai dari
makanan sampai jasa yang digunakan sehari-hari sesuai dengan permintaan atau
kebutuhan masyarakat melalui dunia digital. Seorang entrepreneur sejati
memiliki pikiran yang apa-apa serba usaha. Tetapi maksudnya bukan usaha yang
haram ya. Maksud disini pikiran
dalam seseorang yang berjiwa wirausaha mampu melihat peluang yang tidak dilihat
orang lain (mean look another angle). Dalam berwirausaha juga harus memiliki
tekad yang kuat. Tetapi tidak semua orang memilikinya. Hal ini dikarenakan pada
umumnya orang yang tekad untuk berwirausahanya tidak ada disebabkan oleh
kondisi yang masih nyaman. Terkadang beberapa orang baru berani mengambil resiko
ketika dalam kondisi terdesak. Misalnya keuangan sedang krisis. Jiwa
enterpreneur juga didukung dari cara berpikirnya. Seorang entrepreneur dituntut
berpikir seperti founder. Dengan cara pemikiran seperti ini maka dapat
menentukan mau kemana arah startupmu? Pikirkan apa sebenarnya tujuanmu untuk
menciptakan startup? Apa hanya karena ingin mendapatkan pengakuan dan
apresiasi? Lebih baik tidak usah menciptakan startup jika tujuannya seperti
itu. Sebuah startup yang diciptakan founder diharapkannya mampu menyelesaikan
permasalah yang ada pada pelanggan atau customers. Agar dapat menyelesaikannya
maka harus mengetahui apa sih sebenernya kelebihan dari diri sendiri? Setiap
perjalanan hidup dalam sebuah usaha banyak lika liku yang menghadang, sehingga
diperlukan antisipasi dalam menghadapi kegagalan terhadap wirausaha. Sebuah
startup yang awalnya dapat meraih omzet yang cukup besar tetapi bisa saja
lenyap (bangkrut) karena faktor-faktor tertentu misalnya natural disaster
seperti kebakaran. Ketika sebuah startup yang sudah begitu besar lalu bangkrut
pasti hidup akan terasa gelap. Tidak menentu arah tujuan hidup lagi. Tetapi
dalam kegagalan terdapat dua pilihan mau bangkit atau hanya tinggal sejarah.
Seorang yang memiliki jiwa entrepreneuer dapat bangkit dari keterpurukan
asalkan ada kemauan dari diri sendiri.
Tentunya dalam memulai startup juga memerlukan kolaborasi
antar tim. Kolaborasi dibutuhkan agar meringankan beban satu sama lain. Seperti
yang kita ketahui bahwa manusia ialah makhluk sosial yang mana tidak dapat
hidup sendiri. Ya kali mau berwirausaha tapi sendirian? It’s impossible. Dalam
kolaborasi juga harus memahami terlebih karakter dari partner satu tim. Apakah
karakternya sesuai dengan yang kamu inginkan atau tidak. Karena dengan karakter
yang sesuai kriteria. Maka akan lebih mudah untuk menyatukan visi dan misi
dalam berwirausaha. Walaupun kemampuan partner satu tim berupa softskill juga harus diperhatikan.
Namun hal ini dapat dilatih, hal yang terpenting ya itu tadi karakter partnermu sesuai dengan kriteriamu? Dalam berwirausaha juga harus mengetahui kapan
waktunya untuk berkolaborasi dengan partner kapan untuk tidak.