Senin, 28 November 2016

Startup? Ah masa sih

Startup digital ialah wirausaha berbagai jenis mulai dari makanan sampai jasa yang digunakan sehari-hari sesuai dengan permintaan atau kebutuhan masyarakat melalui dunia digital. Seorang entrepreneur sejati memiliki pikiran yang apa-apa serba usaha. Tetapi maksudnya bukan usaha yang haram ya. Maksud disini pikiran dalam seseorang yang berjiwa wirausaha mampu melihat peluang yang tidak dilihat orang lain (mean look another angle). Dalam berwirausaha juga harus memiliki tekad yang kuat. Tetapi tidak semua orang memilikinya. Hal ini dikarenakan pada umumnya orang yang tekad untuk berwirausahanya tidak ada disebabkan oleh kondisi yang masih nyaman. Terkadang beberapa orang baru berani mengambil resiko ketika dalam kondisi terdesak. Misalnya keuangan sedang krisis. Jiwa enterpreneur juga didukung dari cara berpikirnya. Seorang entrepreneur dituntut berpikir seperti founder. Dengan cara pemikiran seperti ini maka dapat menentukan mau kemana arah startupmu? Pikirkan apa sebenarnya tujuanmu untuk menciptakan startup? Apa hanya karena ingin mendapatkan pengakuan dan apresiasi? Lebih baik tidak usah menciptakan startup jika tujuannya seperti itu. Sebuah startup yang diciptakan founder diharapkannya mampu menyelesaikan permasalah yang ada pada pelanggan atau customers. Agar dapat menyelesaikannya maka harus mengetahui apa sih sebenernya kelebihan dari diri sendiri? Setiap perjalanan hidup dalam sebuah usaha banyak lika liku yang menghadang, sehingga diperlukan antisipasi dalam menghadapi kegagalan terhadap wirausaha. Sebuah startup yang awalnya dapat meraih omzet yang cukup besar tetapi bisa saja lenyap (bangkrut) karena faktor-faktor tertentu misalnya natural disaster seperti kebakaran. Ketika sebuah startup yang sudah begitu besar lalu bangkrut pasti hidup akan terasa gelap. Tidak menentu arah tujuan hidup lagi. Tetapi dalam kegagalan terdapat dua pilihan mau bangkit atau hanya tinggal sejarah. Seorang yang memiliki jiwa entrepreneuer dapat bangkit dari keterpurukan asalkan ada kemauan dari diri sendiri.
Tentunya dalam memulai startup juga memerlukan kolaborasi antar tim. Kolaborasi dibutuhkan agar meringankan beban satu sama lain. Seperti yang kita ketahui bahwa manusia ialah makhluk sosial yang mana tidak dapat hidup sendiri. Ya kali mau berwirausaha tapi sendirian? It’s impossible. Dalam kolaborasi juga harus memahami terlebih karakter dari partner satu tim. Apakah karakternya sesuai dengan yang kamu inginkan atau tidak. Karena dengan karakter yang sesuai kriteria. Maka akan lebih mudah untuk menyatukan visi dan misi dalam berwirausaha. Walaupun kemampuan partner satu tim berupa softskill juga harus diperhatikan. Namun hal ini dapat dilatih, hal yang terpenting ya itu tadi karakter partnermu sesuai dengan kriteriamu? Dalam berwirausaha juga harus mengetahui kapan waktunya untuk berkolaborasi dengan partner kapan untuk tidak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar